SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT PENDAMPING DESA DAN PENDAMPING LOKAL DESA KEC. PAGUYAMAN PANTAI

Kamis, 02 April 2026

MONEV

Paguyaman Pantai 02 April 2026


 Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan program ketahanan pangan, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) melaksanakan kunjungan ke lokasi kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Julung-Julung Desa Bangga. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring, evaluasi, serta memberikan pendampingan langsung kepada pengelola BUMDes dalam menjalankan program ketahanan pangan desa.


Kegiatan ini difokuskan pada unit usaha BUMDes yang bergerak di bidang ketahanan pangan, seperti pengelolaan lahan pertanian, budidaya perikanan, dan peternakan. Dalam kunjungan tersebut, Pendamping Lokal Desa melakukan peninjauan terhadap kondisi lapangan, sistem pengelolaan, serta perkembangan hasil produksi yang telah dicapai.

Selain itu, Pendamping Lokal Desa juga memberikan arahan dan masukan terkait peningkatan produktivitas, pengelolaan usaha yang lebih efektif, serta pentingnya pencatatan administrasi yang baik. Hal ini bertujuan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Interaksi langsung antara Pendamping Lokal Desa dan pengelola BUMDes berlangsung secara aktif, di mana berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi di lapangan turut dibahas bersama untuk mencari solusi yang tepat. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan sarana produksi, pengelolaan hasil, serta strategi pemasaran.

PROSES KEGIATAN MASYARAKAT


Kegiatan nelayan merupakan salah satu aktivitas utama masyarakat desa pesisir yang dilakukan secara rutin dan menjadi sumber penghidupan utama. Proses kegiatan ini dimulai sejak dini hari, di mana para nelayan mempersiapkan peralatan tangkap seperti jaring, pancing, serta perlengkapan lainnya sebelum melaut.

Setelah persiapan selesai, nelayan berangkat menuju lokasi penangkapan ikan dengan menggunakan perahu tradisional maupun perahu bermotor. Selama di laut, nelayan melakukan proses penangkapan dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi perairan dan jenis ikan yang menjadi target tangkapan.


Setelah beberapa jam atau hingga waktu yang ditentukan, nelayan kembali ke daratan dengan membawa hasil tangkapan. Hasil tersebut kemudian dipilah berdasarkan jenis dan ukuran untuk memudahkan proses penjualan. Sebagian hasil tangkapan dijual langsung kepada pengepul atau di pasar lokal, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.

Selain kegiatan penangkapan, masyarakat juga melakukan aktivitas pendukung seperti perbaikan alat tangkap, pemeliharaan perahu, serta pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asin, ikan asap, atau olahan lainnya.


Hasil tangkapan ikan yang diperoleh oleh masyarakat nelayan dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ikan dengan kualitas baik dan layak konsumsi biasanya digunakan sebagai bahan makanan keluarga atau dijual ke pasar untuk menambah pendapatan masyarakat.

Sementara itu, ikan yang tidak layak jual atau memiliki kualitas rendah tidak dibuang begitu saja, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Ikan tersebut diolah melalui proses sederhana, seperti pencacahan dan fermentasi, untuk dijadikan pupuk yang kaya akan nutrisi bagi tanaman.

Pemanfaatan hasil tangkapan ikan secara menyeluruh ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat dalam mengelola sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian, sehingga mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Salam berdesa

TPP Paguyaman Pantai

Pendamping Desa  (Bapak Amsar Miyodu)

Pendamping Lokal Desa (Subyanto Abdul)

Pendamping Lokal Desa (Perdi Lopuo)

Rabu, 01 April 2026

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DESA

 Bukit Karya 01 April 2026

Pada hari Rabu 01 April 2026 yang berbahagia ini, kita bersama-sama menyaksikan pelaksanaan Serah Terima Jabatan Kepala Desa Bukit Karya Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo sebagai bagian dari proses kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan desa.


Serah terima jabatan ini merupakan momentum penting dalam menjaga stabilitas, keberlanjutan pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Jabatan Kepala Desa bukan hanya sebuah kedudukan, tetapi juga amanah besar yang mengandung tanggung jawab untuk memimpin, melayani, dan mengayomi seluruh warga desa.

Dalam Sambutan Camat Paguyaman Pantai Bapak RADIUS PANDJU SE  menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kepala Desa Lama Bapak Peling Maadi S.Sos  atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat. Berbagai capaian dan kontribusi yang telah ditorehkan menjadi bagian penting dalam pembangunan Desa Bukit Karya.

Selanjutnya, kepada Bapak Kepala Desa Baru,Bapak Daud Tuki, Bapak Camat Paguyaman Pantaimengucapkan selamat atas amanah yang telah dipercayakan. Diharapkan dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam membangun desa ke arah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Camat Paguyaman Pantai Bapak RADIUS PANDJU SE juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, saling mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Dengan kebersamaan dan gotong royong, segala tantangan dapat dihadapi demi kemajuan Desa Bukit Karya yang kita cintai.




Dalam Sambutan Kepala Desa Lama Bapak Peling Maadi S.Sos,Menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Masyarakat Desa Bukit Karya,Perangkat Desa dan BPD serta aparatur Desa lainnya yang telah membantu dalam melaksanakan Tugas sebagai Kepala Desa Bukit Karya.

Hari ini, dengan penuh keikhlasan, Bapak Peling Maadi  menyerahkan amanah jabatan Kepala Desa kepada Bapak Daud Tuki sebagai Nama Kepala Desa Baru. Bapak Peling Maadi berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa Desa Bukit Karya menjadi lebih maju, sejahtera, dan lebih baik lagi ke depannya.




Dengan berakhirnya Kegiatan Serah Terima Jabatan Kepala Desa ini ditutup dengan Penandatanganan Berita Acara dan Foto bersama.


Selasa, 31 Maret 2026

KUNJUNGAN LAPANGAN

 Selasa 31 Maret 2026

Dalam rangka pelaksanaan tugas pendampingan, Pendamping Lokal Desa telah melaksanakan kunjungan lapangan ke dua desa sebagai bagian dari upaya monitoring dan Kegiatan  Musyawarah Desa tentang Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) & Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa untuk 1 tahun anggaran.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Desa Towayu dari Pukul 08.30 S/d Pukul 13.00, dan Kunjungan kedua di Desa Limbatihu Pukul 13.30 S/d Pukul 16.00 dengan fokus pada pemantauan pelaksanaan kegiatan Musyawarah Desa tentang Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) & Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) untuk 1 tahun anggaran. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan Pemantauan langsung terhadap kegiatan yang sedang berjalan, Sebelum Rapat dilaksanakan kami masih melakukan Diskusi dengan Pemerintah Kecamatan,Pemerintah Desa dan beberapa Masyarakat guna menggali Informasi terkait Kegiatan dan Kendala di hadapi.

Secara umum hasil dari kedua kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan di desa telah berjalan dengan cukup baik.

Kunjungan Lapangan ini diharapkan dapat memperkuat sinegi antara Pendamping dan Pemerintah Desa serta Pemerintah Kecamatan.




Sebagai Pendamping Lokal Desa, peran kita dalam musyawarah desa hari ini adalah memastikan proses pembahasan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) berjalan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Musyawarah ini merupakan ruang penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama mencermati kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa selama satu tahun anggaran. Melalui LKPPD, pemerintah desa menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan program, kegiatan, serta penggunaan anggaran desa. Sementara itu, LPPD merupakan laporan resmi kepala desa kepada pemerintah daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban administratif.

Dalam forum ini, kami mendorong agar pemerintah desa dapat menyampaikan laporan secara terbuka, jelas, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta musyawarah. Di sisi lain, masyarakat diharapkan aktif memberikan masukan, tanggapan, maupun pertanyaan secara konstruktif, sehingga tercipta dialog yang sehat dan membangun.

Pemerintah desa memiliki kewajiban untuk menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah melalui penyampaian Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) oleh Kepala Desa.

LKPPD merupakan laporan yang disampaikan oleh Kepala Desa kepada masyarakat desa melalui forum musyawarah desa. Laporan ini memuat informasi terkait pelaksanaan program, kegiatan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, serta penggunaan anggaran desa selama satu tahun anggaran. Melalui LKPPD, masyarakat diberikan ruang untuk mengetahui, memahami, serta memberikan masukan terhadap kinerja pemerintah desa.

Sementara itu, LPPD adalah laporan resmi yang disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Wali Kota melalui Camat sebagai bentuk pertanggungjawaban administratif penyelenggaraan pemerintahan desa. Laporan ini menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah desa oleh pemerintah daerah.

Kewajiban penyampaian LKPPD dan LPPD telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, Kepala Desa dituntut untuk menyusun laporan secara tepat waktu, akurat, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, penyampaian kedua laporan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan desa. Dengan adanya laporan yang transparan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa semakin meningkat, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.

Dengan demikian, penyampaian LKPPD dan LPPD bukan hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi wujud komitmen Kepala Desa dalam mewujudkan pemerintahan desa yang terbuka, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Minggu, 25 Januari 2026

AKTIVITAS

MONEV di Hari Libur Minggu 25 Januari 2026
Dalam rangka telah menghargai undangan Pengurus Bumdesa Julung-Julung Desa Bangga di Waktu Libur ini sekaligus Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Julung-julung dalam memproduksikan Ikan Rowa dan Ikan Cumi untuk dijadikan Sambal Sagela dan Sambal Cumi.

Dalam Kegiatan tersebut saya sebagai Pendamping Lokal Desa menyampaikan bahwa Anggaran Ketahanan Pangan yang menjadi Penyertaan Modal ini diharapkan untuk benar-benar di manfaatkan dengan baik. Disamping itu juga disampaikan bahwa Pelaksanaan Kegiatan Produksi sambal Rowa ini agar melibatkan Masyarakat yang ada di Desa setempat.


Inilah Proses Pembuatan Sambal Rowa
PERSIAPAN

PROSES PEMBUATAN

PENGISIAN DALAM KOTAK YANG SUDAH DI SIAPKAN

SIAP JUAL






# bangundesabangun indonesia
# Pendampinglokaldesahebat
#

Selasa, 13 Januari 2026

HARI DESA NASIONAL 2026

 Desa Limbatihu

Selasa 13 Januari 2026

Desa Limbatihu memeriahkan Hari Desa Nasional Tahun 2026

Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Desa Limbatihu yang 79 Tahun 2026. Desa Limbatihu menggelar Kegiatan Olah Raga Sepak Bola antara Dusun yang Pesertanya setiap Dusun ada 2 Tim.

Dalam mempersiapkan Pelaksanaan kegiatan ini,Pemerintah Desa Kerjasama dengan Karangtaruna Desa Limbatihu serta melibatkan Mayarakat melakukan Musyawarah untuk menyiapkan Lokasi Kegiatan.

Kegiatan Olah Raga Sepak Bola ini untuk memperkuat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat Masyarakat Desa Limbatihu.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas peran srategis Desa sebagai ujung tombak dalam Pembangunan Desa.

Melalui Kegiatan ini Desa Limbatihu menunjukan bahwa Peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 dan Hari Ulang Tahun Desa dimaknai dengan aksi nyata yang melibatkan Partisipasi warga Masyarakat Desa Limbatihu dalam pelaksanaan Kegiatan.

Semangat  kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mewujudkan Desa dalam menggapai harapan masyarakat sejahtera,sejalan dengan arah pembangunan Desa menuju Indonesia yang lebih kuat dari Desa.

Dalam Pembukaan Kegiatan Sepak Bola ini di buka langsung oleh Camat  Kecamatan Paguyaman Pantai Bapak Radius Pandju SE.

Dalam Sambutan Bapak camat Paguyaman Pantai bahwa Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan semangat olahraga dan kebersamaan dikalangan Masyarakat.Sepak Bola bukan hanya tentang Pertandingan,tapi juga tentang kebersamaan Masyarakat dalam mewujudkan Desa dan Juga disampaikan bahwa Kegiatan sepak bola ini merupakan salah satu kegiatan memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026.

#bangundesabangunindonesia

#haridesanasional2026

#PemerintahDesaLimbatihuHebat

#pendampinglokaldesahebat

Kamis, 25 Desember 2025

PEMANFAATAN DANA DESA UNTUK KETAHANAN PANGAN

 Pemanfaatan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Bidang Peternakan Sub Kegiatan Ayam Petelur

Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo




Badan Usaha Milik Desa (BUMDes Tokasi) Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai melaksanakan Kegiatan Peternakan Ayam Petelur,Kegiatan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Towayu melalui Penyertaan Modal Bumdes.

Ayam Petelur adalah salah satu unggas yang cukup Potensial di Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai,Saat ini telur merupakan kebutuhan Masyarakat untuk bahan konsumsi

Selain itu ada Program dalam meningkatkan Gizi Masyarakat terutama Anak-anak,Program tersebut adalah Makanan Bergizi Gratis dan Program Pemberian Makanan Tambahan bagi anak-anak Resiko Stunting,Gizi Buruk dan lain-lain.

Pelaksana Kegiatan Ketahanan Pangan adalah Badan Usaha Milik Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo.

Peran PLD melakukan Koordinasi dan sosialisasi dengan Pemerintah Desa serta masyarakat dengan adanya Program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2025 sebesar 20% Sesuai Permendesa Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Oprasional Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.

Kegiatan Ketahanan Pangan di mulai dari Musyawarah Desa Perencanaan sampai Pelaksanaan.

Pemberisahan Lahan

  Pembangunan Kandang


Monev Kegiatan Ketahanan Pangan




Minggu, 14 Desember 2025

KETAPANG

 Desa Towayu



 Desa Towayu adalah Desa yang di bagian Darat yang ada di Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo, Di Desa tersebut terdapat bebarapa Masyarakat yang berpengalaman di Bidang Peternakan Ayam Petelur,sehingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tokasi Desa Towayu telah menjalankan Kegiatan tersebut yang sumber anggaranya dari Dana Desa Tahun 2025 sebesar 20% dari Pagu Anggaran untuk Ketahanan Pangan dan di kelolah langsung oleh Bumdesa Tokasi Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo.

Ketahanan pangan di bidang peternakan ayam petelur sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kebutuhan protein hewani. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di bidang peternakan ayam petelur.

Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu wilayah untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara berkelanjutan. Dalam konteks desa, ketahanan pangan dapat diartikan sebagai kemampuan desa untuk memproduksi dan menyediakan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi penduduk desa.

Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pengembangan peternakan, seperti pembangunan kandang, pengadaan pakan, dan pelatihan peternak.

Tujuan dari program ketahanan pangan adalah untuk meningkatkan kemampuan desa dalam memproduksi dan menyediakan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi penduduk desa.

Pembangunan desa bukan lagi sekadar agenda, tetapi sebuah gerakan besar untuk memastikan setiap potensi yang ada di desa dapat bertumbuh, memberi nilai, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya.



MONEV

Paguyaman Pantai 02 April 2026  Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan program ketahanan pangan, Pendamping Desa dan Pendamping L...